Menjalankan program affiliasi adalah tidak mudah.
Banyak yang beranggapan bahwa menjalankan program affiliasi adalah gampang. Anggapan seperti itu tentunya boleh2 saja bagi mereka yg sudah bekecimpung sekian lama di internet, tapi buat orang yg baru mengenal program affiliasi tentu akan berpendapat lain.
Sering kali kita beranggapan bahwa kita sudah melakukan semuanya, tapi kenapa affiliasi saya sulit berkembang. hal ini tentunya tidak terlepas dari bagaimana cara kita menjalaankan program kita tersebut.
berikut saya sampaikan tip bagaimana menjalankan program affiliasi agar menuai hasil seperti yang kita harapkan:
1. Lakukan apa yg biasa orang2 sukses lakukan.
Maksudnya kita mencontoh apa yg telah orang2 Sukses lakukan untuk menjalankan affiliasinya. Karena tidak ada salahnya mencontoh perbuatan yg baik, toh yg kita contoh juga tidak akan menyesal telah memberi keteladanan yg baik buat orang lain.
2. Siapkan Mental.
Hampir semua orang yg berhasil dalam menjalankan bisnisnya adalah orang yg memiliki menta yg kuat, tahan uji, dan tidak mudah menyerah. Orang berhasil adalah bukan orang yg tidak pernah gagal, tetapi orang yg bisa bangkit dari kegagalannya dengan mental yg semakin kuat membaja. Sikap tidak mudah menyerah adalah ciri dari orang tersebut.
3. Banyak meng evaliasi diri
Banyak orang yg gagal melanjutkan cita2nya hanya karena kesalahan dalam melangkah. Evaliuasi wajib kita lakukan jika kita ingin lebih baik lagi dalam menggapai keinginan. tanyakan pada diri Anda apaka yg saya lakukan sudah benar??apakah orang lain melakukan seperti yg saya lakukan??
4. Perbanyak belajar
Ya,…ini adalah nasihat yg paling gampang disampaikan. Belajar dapat dilakukan dengan berbagai cara dan sarana, tinggal kita saja mau pilih yg mana.
Hmmm,…………
Dah lama ga utek2 ni blog, lagi malesss,
maklum cape(halah…..sok sibuk) he,…he,…he,……..
dah waktunya ganti wajah, ne adalah tampilan template yang dulu pernah tak pasang, tapi pingin tak tampilin lagi, habis defaultnya wordpress terlalu monoton.
makanya ini blog saya ganti rupa biar pada pangling. (pangling ki opo to ?????)
betewe mau mulai nulis lagi klo ga ada halang merintang. (sok puitis…..)
Sebentar lagi kita akan melewati masa pemilu. Apa yang diinginkan oleh para caleg, yaitu ingin dukungan dalam pemilu nanti, tentunya kita sudah tahu. Para Caleg pun tak segan-segan memberikan uang ataupun materi kepada masyarakat demi tercapainya kuota suara yng diinginkan. Dilain pihak banyak orang yang sudah ancang-ancang untuk memasang tarif dari suara yang akan diberikan.
Apakah fenomena ini wajar??…
Ya semua tergantung kita sebagai masyarakat yang akan menentukan siapa-siapa yang akan duduk di gedung wakil rakyat nantinya.
Klo saya sih ya mendingan kita segagai pemilih, ya memilih yang sesuai dengan hati nurani yang punya akhlak mulia dan memang benar-benar ingin membela rakyat. Tapi ya kembali lagi ke diri kita, apakah ada Caleg yang sperti itu??? Klo ada ya syukur lah…!! kalo memang ada trus darimana kita bisa tahu??
Karena kita semua tahu bahwa jadi Anggota Legislatif tidak lain adala sebuah ‘PEKERJAAN’. Dan umumnya pekerjaan, orang yang bekrja tentunya adalah untuk mendapat penghasilan. Dari sini kita bisa menebak bahwa seorang caleg yang ingin menang dengan mengeluarkan materi yang begitu banyak, tentu nantinya setelah dia mendapat ‘pekerjaan’ (Jadi Anggota LEGISLATIF) dia akan bekerja untuk dapat mengembalikan modal yang telah dia keluarkan untuk mendapat “pekerjaan” tersebut.
Jadi semakin banyak caleg mengeluarkan materi untuk mendapat “pekerjaan” itu, dia akan semakin giat dalam upaya untuk mengembalikan modalnya.
Sebaliknya jika kita tidak berfikir kalo suara saya tidak mendapat imbalan materi sekarang, terus kapan lagi??… Mungkin ada benarnya orang yang berpikiran demikian, karena sebagaimana kita tahu, setelah seorang Caleg menang dan akhirnya menjadi Anggota Legislatif, apakah dia akan memberi imbalan kepada kita atas suara yang telah kita berikan?? Rasanya akan semakin mustahil jika kita menuntut imbalan setelah Caleg yang kita pilih mendapat “pekerjaan” tersebut. Maka sangatlah tidak mengherankan jika kita sekarang banyak menjumpai Para Caleg berusaha untuk “membeli” suara langsung dari masyarakat.
Semua kita kembalikan kepada diri kita sendiri untuk menentukan pilihan, tetapi seberapa besar pengaruhnya opini kita jika kita berjalan seorang diri???

